Gadis 15 Tahun Diduga Dilecehkan Oknum TNI-AL. Keluarga Korban Mencari Keadilan.

Manado, Kabarprima.com – Lagi-lagi kasus pelecehan seksual kembali terjadi di Sulawesi Utara. Kali ini kasus itu menimpa seorang gadis 15 tahun asal Kecamatan Malalayang, Kota Manado. Seorang gadis tersebut dengan penuh air mata menceritakan kronologi kejadian dirinya menjadi korban nafsu bejat seorang pria beristri yang diduga adalah tetangganya sendiri.

Pelaku tersebut adalah oknum anggota TNI AL berinisial FS berpangkat Kopral. Oknum tersebut diketahui sudah lama melecehkan korban, bahkan sudah tiga kali melakukan hal tak senonoh pada korban. Diketahui kejadian pertama dilakukan saat  korban masih berusia 14 tahun.

Korban yang diwawancarai sejumlah awak media di Polsek Malalayang mengatakan, pelaku sempat menguncinya di dalam mobil dan memaksa korban melakukan hal yang tidak semestinya dilakukan. “Pertama kali di daerah Kayu Bulan Malalayang, dia (pelaku) mengunci saya dalam mobil dan memaksa untuk berhubungan intim,” ungkap korban.

Tak puas hanya sekali, pelaku kemudian mengajak korban untuk berhubungan badan kedua kali, dan kali ini di salah satu lorong gelap di kecamatan Malalayang. Sedangkan ketiga kali korban dibawa disuatu tempat dan dipaksa melakukan hubungan badan.

“Yang ketiga kali, saya dibawa ke tempat nongkrong pelaku, disitu saya kembali disetubuhi,” ujarnya. Kasus ini kemudian terbongkar, usai pengakuan korban kepada keluarganya.

Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polisi Militer (POM) Lantamal VIII, sejak 6 Juni 2023 silam oleh pihak keluarga korban. Kasus kemudian bergulir dan diproses oleh pihak POMAL Lantamal VIII. Namun tak kunjung mendapat keadilan kasus tersebut kemudian diketahui publik usai keluarga korban dilaporkan oleh pihak keluarga pelaku atas dugaan tindak pidana ITE di Polsek Malalayang. Korban dan pihak keluarga kemudian difasilitasi bantuan hukum oleh pengacara Sofyan Yosadi yang tergerak hati untuk membantu korban mencari keadilan.

Menyambangi POMAL VIII, Sofyan Yosadi langsung disambut baik oleh Danpomal Letkol Wentje Komaling yang menjelaskan bahwa kasus ini telah dalam proses oleh pihaknya. “Pelaku kini dalam penahanan, bisa di cek. Kami sangat serius dan tegas dalam menangani kasus ini,” tegas Letkol Laut Wentje Komaling dihadapan awak media di Mako POMAL Lantamal VIII Manado. Letkol Wentje juga menjelaskan, awalnya tersangka tidak mau menggunakan pendampingan hukum, dan langsung

melakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). “BAP juga sudah mau rampung, awalnya sudah mau dilimpahkan ke Auditur Militer, tapi saat mau dilimpahkan tersangka minta pendampingan hukum dari internal sehingga kami berikan haknya. Jadi tidak ada yang mau kami tutupi, semua proses berjalan sesuai hukum yang berlaku kepada kami di Militer.” ucap Letkol.

Letkol Wentje juga menjamin keluarga korban untuk tidak usah takut, dan memastikan pihaknya bekerja secara profesional. “Jadi perkaranya bukan tidak jalan, tapi sementara jalan,  kami bekerja secara profesional,” tuturnya.

Sofyan Yosadi S.H selaku Kuasa Hukum korban,mengapresiasi Danpomal yang sudah menjalankan tugas dengan baik. “Saya datang membawa surat kuasa, tadi sudah ada dialog yang baik dimana proses hukum tersebut sudah berjalan dan transparan,” jelas Sofyan.

Kata Sofyan, awalnya ada dugaan tersangka masih berdinas dan tidak ditahan ternyata hal tersebut tidak benar. Sudah disampaikan langsung oleh Danpomal bahwa tersangka sudah ditahan dan proses hukum masih terus berjalan tanpa intervensi. Ini juga membuktikan kalau POMAL bertindak baik dalam misi-misi kemanusiaan khususnya melindungi para anak korban tindak kekerasan seksual,” tandas Sofyan Yosadi.

Berita Pilihan

Berita Terbaru

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IMG_3438

Video

Video

Netizen

Populer