Akhirnya, Menteri ESDM Cabut Izin Beroperasi PT TMS di Sangihe

Nasional, Kabarprima.com – PT Tambang Mas Sangihe (TMS) di larang beroperasi produksi di Kepulauan Sangihe karena Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi (OP) PT TMS telah dicabut.

Hal itu  disampaikan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia Arifin Tasrif, lewat surat edaran keputusan yang dikeluarkan.

Dari informasi yang dihimpun Kabarprima.com Selasa (12/09/2023), pencabutan tersebut tertuang dalam surat edaran keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 13.K/MB.04/DJB.M/2023. Surat tersebut ditandatangani Plt Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Bambang Suswantono pada 8 September 2023 lalu.

Diketahui isi surat tersebut adalah larangan beroperasi oleh PT Tambang Mas Sangihe

“Mencabut Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 163.K/MB.04/DJB/2021 Tentang Persetujuan Peningkatan Tahap Operasi Produksi Kontrak Karya PT Tambang Mas Sangihe,” isi surat tersebut.

Dengan pencabutan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sebagaimana dimaksud pada Diktum kesatu, PT Tambang Mas Sangihe dilarang melaksanakan kegiatan operasi produksi yang meliputi kegiatan konstruksi, penambangan, pengolahan dan/atau pemurnian, serta pengangkutan dan penjualan.

“PT Tambang Mas Sangihe wajib melaksanakan seluruh kewajiban yang diselesaikan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan pada saat Keputusan Menteri ini ditetapkan. Kewajiban sebagaimana dimaksud pada Diktum ketiga dinyatakan telah terpenuhi setelah mendapatkan persetujuan dari Menteri. Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan,” bunyi surat itu.

Diketahui, pada bulan Juli 2023 lalu, tim Tipidter Bareskrim Polri menertibkan aktivitas pertambangan emas dengan menggunakan alat berat di Kabupaten Sangihe. Dalam penertiban tersebut, Tipidter Bareskrim Polri ikut menetapkan tiga orang tersangka, salah satu diantaranya berinisial ST.

Penertiban aktivitas pertambangan emas alat berat di pulau seluas 736,98 km² itu juga mengungkap fakta mengejutkan. Dimana, adanya dugaan kongkalikong antara para bos tambang emas dan oknum aparat kepolisian di Polres Kepulauan Sangihe. Tak tanggung-tanggung, lima orang personil Polres Kepulauan Sangihe diperiksa Biro Pengamanan Internal (Paminal) Divisi Profesi dan Pengamanan (Div Propam) Polri pada Jumat 11 Agustus 2023.

Mereka yakni, Kasat Reskrim Iptu F, KBO Reserse Ipda EA, Kapolsek Lapango Ipda AS, Kanit Buser Polres Bripka EG dan seorang anggota berinisial Brigadir UP. Kasat Reskrim Polres Kepulauan Sangihe, KBO Reserse Polres Kepulauan Sangihe dan Kapolsek Lapango dikabarkan diamankan dan diperiksa Paminal Mabes karena permasalahan pertambangan dan penyaluran sianida, sedangkan Bripka EG dan Brigadir UP terkait penyaluran BBM bersubsidi jenis solar di lokasi pertambangan.

Berita Pilihan

Berita Terbaru

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IMG_3438

Video

Video

Netizen

Populer