Menkes Budi Gunandi, Membuka Pengembangan Model Layanan Kesehatan Jiwa di SULUT.

Manado, Kabarprima.com -Didampingi Wakil Gubernur SULUT, Steven O.E Kandouw, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menghadiri kegiatan Kick Off Pengembangan Model Layanan Kesehatan Jiwa Berbasis Masyarakat dalam rangka Peringatan Hari Kesehatan Jiwa sedunia, yang digelar di Hotel Aryaduta Manado.

Dalam sambutannya, Wagub Kandouw menegaskan bahwa peningkatan layanan kesehatan menjadi salah satu prioritas roadmap pembangunan di Sulawesi Utara.

Wagub Steven Kandouw juga mengungkapkan, selama kurun waktu tiga tahun terakhir, Pemprov SULUT telah membangun beberapa rumah sakit, termasuk Rumah Sakit Jiwa.

Dalam momentum Peringatan Hari Kesehatan Jiwa sedunia, Wagub Kandouw mengajak semua pihak satukan tekad untuk peduli kepada orang-orang yang mengalami gangguan kesehatan jiwa.

Sementara itu, Menteri Kesehatan yang diwawancarai sejumlah awak media menjelaskan maksud dari program Pengembangan Model Layanan Kesehatan Jiwa Berbasis Masyarakat.

“Peran untuk melayani kesehatan jiwa tidak semuanya menjadi tanggung jawab rumah sakit, ini akan didorong juga kepada masyarakat,” ungkap Menkes.

Dengan kata lain dalam upaya memulihkan kesehatan jiwa seseorang, bukan hanya melibatkan pihak rumah sakit, tapi juga didukung oleh keluarga pasien dan lingkungan, dengan harapan dia dapat pulih dan kembali diterima dalam lingkungan masyarakat.

Menkes mengatakan untuk kedepannya, konsep layanan kesehatan untuk pasien gangguan jiwa akan berubah. Salah satunya dalam perawatan pasien tidak harus di rumah sakit khusus atau rumah sakit jiwa.

“Tetapi konsepnya rumah sakit umum juga bisa memberikan pelayanan kesehatan jiwa,” jelasnya.

Karena itu kata Menkes, harus diperbaiki penanganan kesehatan jiwa masyarakat.

“Saya bicara sama Pak Gubernur (Olly Dondokambey), saya ada ‘pilot project’ yang dibantu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berkaitan dengan penanganan kesehatan jiwa. Kebetulan Pak Gubernur berinisiatif membangun Rumah Sakit Jiwa, nah kita beresin,” ujarnya.

Konsepnya akan berubah, di mana rumah sakit jiwa bukan hanya khusus merawat pasien gangguan jiwa, tetapi yang benar adalah setelah mendapatkan penanganan pasien dengan gangguan kejiwaan secepat mungkin dikembalikan ke komunitas.

“Kan kasihan, masa harus diasingkan. Idenya dia harus diturunkan secepat mungkin dari rumah sakit jiwa ke komunitas agar dekat dengan keluarga,” katanya.

Menkes menegaskan, tidak ada yang namanya rumah sakit khusus, akan tetapi seharusnya semua rumah sakit bisa melayani pasien dengan gangguan kejiwaan.

Berita Pilihan

Berita Terbaru

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IMG_3438

Video

Video

Netizen

Populer