Tidak Ditemukan Delik Pidana, Polda SULUT Hentikan Kasus Dugaan Ujaran Kebencian Wali Kota Manado Terhadap Masyarakat Talaud.

Manado, Kabarprima.com – Polda Sulawesi Utara resmi menghentikan aduan masyarakat Kabupaten Kepulauan Talaud terkait dugaan ujaran kebencian yang disampaikan Wali Kota Manado, Andrei Angouw, lewat sebuah video beberapa waktu lalu.

Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Iis Kristian, mengatakan tak ada unsur pidana ditemukan dalam aduan yang disampaikan masyarakat Talaud.

“Penyidik sudah melakukan gelar perkara. Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh penyidik, tidak ditemukan unsur pidana,” jelasnya, Rabu (25/10/2023).

Kombes Pol Iis Kristian mengatakan tak ada kata-kata Andrei Angouw dalam video yang disebut merendahkan masyarakat Talaud.

“Kami sudah tunjukkan video kepada beberapa ahli yang kami undang dan itu tidak ada bukti yang mengarah kepada soal merendahkan,” jelasnya.

Sebelumnya diketahui beberapa masyarakat Kabupaten Kapulauan Talaud mendatangi Polda SULUT untuk melaporkan dugaan ujaran kebencian yang disampaikan oleh Wali Kota Manado beberapa waktu lalu. Diantaranya ada Staf Khusus Bupati Talaud, Jimmy Tindi, Camat dan Kepala Desa juga ikut.

Kedatangan mereka untuk membawa laporan terkait pernyataan video Andrei Angouw yang menyebut badut tidak beraktivitas di Kepualuan Talaud karena tidak ada uang.

Keluhan warga diterima Dirreskrimum Polda SULUT, Kombes Pol Fernando Gani Siahaan, dan Wadirkrimsus Polda SULUT, AKBP Robby Rahadian.

Mereka diberi kesempatan seluas-luasnya untuk menyampaikan aspirasinya.

Camat Tampamana, Reynold Managkabo, dalam pernyataannya mempertanyakan alasan Andrei Angouw mengatakan hal tersebut.

“Menurut kami warga Talaud, pernyataan itu sangat merendahkan dan melukai. Ini yang kami pertanyakan lewat Bapak Kepolisian,” jelasnya.

Selain itu dia menilai pernyataan tersebut seolah-olah warga Talaud tidak mampu memberikan uang kepada badut.

“Ini merendahkan martabat kami selaku BANI Talaud, dan kami datang kemari untuk meminta bantuan kepada Polda SULUT karena kami juga memiliki hak yang sama di depan hukum,” jelasnya.

Dia pun menegaskan Kepulauan Talaud adalah gudang sumber daya manusia yang tidak dapat dilecehkan.

Kedudukannya sama dengan 15 Kabupaten/Kota lainnya di Sulawesi Utara.

“Kami mau jujur di Talaud tidak ada kemiskinan ekstrem. Data BPS jelas dan data Masyarakat miskin jelas telah menyumbang PDRB Kota Manado bukan sedikit. Yang dilihat dari hilir mudik kapal Manado, distribusi ikan, dan bahan baku minyak kelapa,” jelasnya.

Berita Pilihan

Berita Terbaru

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IMG_3438

Video

Video

Netizen

Populer