Viral, Aksi Kampanye Camat Kalawat. Ketua LSM GEBRAK Minut Menilai Itu Tindakan Konyol!

Minut, Kabarprima.com – Viral, Sulawesi Utara dihebohkan dengan aksi Camat Kalawat Ferlie Indria Nassa MAP. Yang kampanye politi praktis di rumah duka, Kamis, (31/8/2023)

Video yang beredar luas, tampak di rumah duka seorang mantan pejabat di Desa Suwaan, oknum Camat Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), dengan santun dalam penyampaiannya menyertakan atas nama Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Utara, malah justru berkampanye.

Dengan nada penuh wibawa, secara gamblang dia mengajak warga untuk mendukung dan memilih salah satu Parpol (Partai Politik) sambil menyebutkan nama-nama bakal calon legislatif (bacaleg) di Kabupaten Minut, Provinsi Sulut bahkan DPR-RI.

Dalam video yang beredar tersebut, dengan berani camat melakukan kampanye meminta dukungan dari masyarakat untuk memilih Denny Kamlon Lolong dan Rio Dondokambey yang akan maju sebagai caleg DPRD Minut dan DPR RI dapil Sulut.

Mengatasnamakan Bupati Camat Kalawat itu dengan berani mengatakan di depan pengunjung yang hadir itu dengan kalimat menakut-nakuti masyarakat. “Kalau torang nyanda mo pilih ulang pa torang pe ketua DPRD Kabupaten Minahasa Utara torang mo gigi jari,” ucapnya dengan tegas

“begitu juga dengan pak Ketua DPRD Minahasa Utara ada pegang palu, jabatoki semua kegiatan dan program  pemerintah. Jadi torang harus dukung dan pilih, tanpa Ketua DPRD Denny Lolong torang tidak akan mendapat apa-apa.” ucap Camat

Lebih parah lagi Ferlie menyebut Tak hanya itu dalam video yang sudah viral tersebut Ferlin juga menyebut nama Rio Dondokambey sebagai Caleg DPR RI.

“Pak Gubernur sudah sobabilang torang so ada calon DPR RI bung Rio Dondokambey dan disampaikan kepada camat yang penting torang satu warna, satu wadah” ungkap Camat

Sementara itu terkait sambutan Camat Kalawat Indria Nassa yang berbau kampanye dan mengatasnamakan Pemkab Minut ketika dikonfirmasi lewat via WhatsApp Sekda Minut Ir. Novly Wowiling tak mau berkomentar.

Terpisah, Ketua LSM GEBRAK Minut William Simon Luntungan menuding penyampaian camat Kalawat Dra Ferlie Indria Nassa MAP dirumah duka itu adalah hal yang konyol untuk seorang ASN.

“Dia bilang belum tahapan kampanye jadi tidak masalah, jelas itu hal yang konyol. Kenapa, sebab walau belum ada tahapan, namun Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) bisa langsung ambil sikap terhadap kejadian seperti ini,” ujar aktivis berambut nyentrik ini.

Lanjut Luntungan, saat diangkat sumpah sebagai PNS saja, seorang ASN sudah ditekankan supaya tidak boleh berkampanye dan jadi pengurus partai politik, tapi ternyata Camat Kalawat malah dengan berani melakukan, sanksinya sangat fatal.

“Ini jadi contoh, supaya jabatan seorang camat harus lulusan IPDN (STPDN), bukan jabatan pemberian. Kasus ASN kampanye ini tak dapat ditolerir, apalagi kampanyenya didepan publik, menggunakan pengeras suara dan dilakukan secara resmi,” tandasnya.

Selain itu Anggota DPRD Kabupaten Minahasa Utara yakni Stenly Rondonuwu sangat menyayangkan sikap camat yang sudah melakukan tindakab merugikan dirinya sendiri, karena hal ini bisa diproses oleh Bawaslu Kabupaten Minut, sebab tahapan Pemilu sudah sedang berjalan.

Selain itu juga, sudah merugikan partai lainnya. Dia juga akan menyampaikan tindakan tak terpuji camat di forum DPRD Minut serta atasan dari oknum camat yakni Bupati dan Wakil Bupati Minut.

Berita Pilihan

Berita Terbaru

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IMG_3438

Video

Video

Netizen

Populer